Wednesday, January 21, 2009

Bicara Bisu Buat Ayah...


Kumulakan bicara bisu ini dengan lafaz,
Bismillahirrahmanirrahim…

Ayah,
Masih terlakar pada kenangan yang lewat
Saat diriku membesar
Hasil asuhan emak tanpa dirimu di sisi
Dirimu yang jauh di seberang lautan
Berusaha keras mencari rezeki
Buat kami anak-anakmu yang kian membesar

Ayah,
Sebentar minda tertoleh pada kenangan semalam
Saat diri kian meniti kedewasaan
Antara diriku dan dirimu mula terbina sebuah tembok
Tembok yang yang menyebabkan kita sering kekok tatkala bersama
Tembok yang terbina lantaran sedikitnya pertemuan yang tercipta

Ayah,
Kehidupan akhirnya mengajarku sesuatu
Dirimu sesungguhnya terlalu bernilai buat diriku
Diri ini terlalu bertuah memilikimu sebagai ayah
Dirimu yang sungguh hebat
Berkorban segalanya untuk kami
Anak-anak yang dahulunya jarang sekali menghargai

Ayah,
Pada diskusi minda
Mampukah diriku membahagiakanmu?
Sedang deru ombak cubaan melanda
Membolak balik kita pada lautan duga
Menggempur kolek kecil kita
Kau titipkan semangat dan harapan
dalam sinar beku matamu
dalam bicara bisumu
Dan kusisir kembali semangat yang lerai
Mengatur kembali langkah yang terhenti

Ayah,
Usai fajar menyapa hari baru
Diriku kini terdampar di pantai dewasa
Izinkan diriku menyatakan lafaz yang tersimpan
Sesungguhnya diriku terlalu menyayangimu
Doaku
Moga Rahmah-Nya, hidayah-Nya dan inayah-Nya
Kan mengiringi dirimu
Hingga ke negeri abadi…

Titipan Rasa Seorang Anak:
F.H. Fansuri
2001092243
Tmn. Sri Kuching,
Jalan Sri Kuching,
Kuala Lumpur
20 Januari 2009
10.43 p.m


Disebalik “Bicara Bisu Buat Ayah”

Sebuah puisi dedikasi buat seorang ayah. Setiap kali berKBM entah kenapa hati ini begitu sayu tatkala soal ‘AYAH’ disentuh. Mungkin kerana sejarah silam, mungkin… Namun tatkala berkumandangnya lagu “AYAH” pastinya mutiara air mata pantas berguguran di pipi. Apatah lagi tatkala bibir melafazkan kata-kata ini…


“Bayangkanlah pula wajah ayah… Wajah yang sering senyum dalam penat lelah… Wajah insan yang rela kepenatan di medan pekerjaan untuk menyara kehidupan keluargamu… Pernahkah? Pernahkah kau bayangkan kesulitan dan kesusahan ayah yang saban hari bekerja keras untuk membesarkanmu?”
Saat itu, pastinya terimbas segala kesusahan dan kepenatan yang harus ditanggung oleh ayah siang dan malam. Ya, ayah yang siang dan malam bekerja, ayah yang sanggup berkorban segala-galanya untuk anak-anak sehinggakan seringkali tiada apa yang tinggal buat dirinya. Terlalu mulia hatimu ayah… Pastinya tiada insan lain yang sanggup berkorban sebesar itu untuk diriku dan adik-adik…

Ayah, aku bangga punya ayah yang hebat seperti dirimu. Tatkala insan lain hanya mampu bekerja di siang hari, namun kau tegar berpanas di siang hari dibakar terik mentari, dan sanggup pula berteman kegelapan dan kesejukan di malam hari. Pernah aku bermimpikan ayah pada satu malam. Dalam mimpiku itu, kulihat ayah pulang ke rumah dalam keadaan luka teruk namun ayah kulihat masih tersenyum. Aku menangis melihat keadaan ayah. Dan saat aku terjaga, aku benar-benar sedang menangis bukan sekadar tangisan dalam mimpi. Kebimbangan memuncak di hati terkenangkan dirimu. Kudirikan solat sunat dengan air mata yang bercucuran. Saat itu, aku sedar betapa aku begitu menyayangi dirimu ayah…
Ayah, kakak sayang ayah sangat-sangat!!!

Kak Yong: Syukran jazilan buat SAHABAT, kata-katamu menjadi asbab terciptanya "BICARA BISU BUAT AYAH"...

2 comments:

Sakeena Zahidah said...

bersyukurlah dgn siapa yg kita masih ade... takleh bkak blog akak laa.... nk nangis!!! nape kak... nape... huuuu......

Kak Yong said...

Awat x leh bukak?Keena, klu msg dgn keena brp sen ek?

The Rest of My Life...


Reben Kehidupanku...

Lilypie - Personal pictureLilypie Kids Birthday tickers